Waspada COVID-19, Satgas COVID-19 Lakukan Penyemprotan Disinfectan

(Sukatani, RW.016)— Minggu, 26 September 2021 telah dilakukan penyemprotan cairan disinfectan dilingkungan Rukun Warga 016 sebagai program rutin bulanan. Sampai dengan dilakukannya disinfectan yang terkonfirmasi positif NOL dan dinyatakan hijau oleh pihak Kelurahan Sukatani. Sedangkan perkembangan kasus aktif COVID-19 di Kelurahan Sukatani terkonfirmasi positif berjumlah 5 orang yang tersebar di 5 Rukun Warga dengan zona kuning. Kegiatan tersebut di Koordinir oleh Ketua RW.016 selaku Ketua Kampung Siaga Pencegahan Penyebaran COVID-19 bersama Karang Taruna dan Relawan COVID-19 dengan dukungan dan partisipasi warga. Sasaran penyemprotan disinfectan meliputi halaman dan teras rumah warga, sekolahan, mesjid, taman bermain, pos keamanan serta rumah dan warung disekitar kantor RW.016.

Kegiatan Luar Ruang Risiko Penularan Lebih Rendah Dibanding Dalam Ruangan

(Sukatani,RW.016)—COVID-19 paling menular pada kondisi tertutup, pertemuan pertemuan panjang (lebih dari 15 (lima belas) menit), interaksi jarak dekat, keramaian, aktivitas dengan bernapas kuat misalnya bernyanyi, berbicara dan tertawa dan tidak memakai masker seperti pada saat makan bersama.

Penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi, untuk meminimalisir risiko penularan dalam beraktivitas. Pertimbangan jarak dapat diterapkan sebagai berikut: 1) beraktivitas dari rumah saja, dan berinteraksi hanya dengan orang-orang yang tinggal serumah; 2) jika harus meninggalkan rumah, maka harus selalu mengupayakan jarak minimal 2 (dua) meter dalam berinteraksi dengan orang lain. Mengurangi/menghindari kontak dengan orang lain yang tidak tinggal serumah. Mensosialisasikan berbagai petunjuk visual di tempat umum terkait pencegahan dan penanganan COVID-19, dengan mempertimbangkan durasi dapat diterapkan sebagai berikut: 1) jika harus berinteraksi dengan orang lain atau menghadiri suatu kegiatan, dilakukan dengan durasi yang singkat untuk mengurangi risiko penularan; dan 2) dalam perkantoran dan situasi berkegiatan lainnya, penjadwalan dan rotasi dapat membantu untuk mengurangi durasi interaksi. Pertimbangan ventilasi dapat diterapkan sebagai berikut: 1) berkegiatan di luar ruangan memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan di dalam ruangan; dan 2) ruangan harus selalu diupayakan untuk memiliki ventilasi udara yang baik. Membuka pintu, jendela dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Dalam kondisi pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter dapat digunakan di dalam ruangan… selengkapnya …

Cegah Penyebaran, Disinfectan dan Fogging Dilakukan Secara Bersamaan

Sukatani(RW.016)—Pada hari Minggu, 29 Agustus 2021 telah dilaksanakan penyemprotan cairan disinfectan dan pengasapan(fogging). Kedua hal tersebut dilakukan dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 dan demam berdarah. Lokasi penyemprotan disinfectan dan pengasapan meliputi seluruh rumah warga, masjid, sekolah Assalam, Sekolah Az-Zahra, taman toga, pos keamanan, warung dan rumah warga yang ada di belakang kantor Rukun Warga 016. Pelaksanaan kegiatan tersebut dikoordinir oleh Ketua RW dengan melibatkan Ketua RT, Satgas COVID-19, Relawan Covid-19 serta Karang Taruna.

Anak Perlu Diberikan Vitamin A Untuk Cegah Kebutaan

Sukatani(RW.016)—Bulan Februari dan Agustus adalah bulan vitamin A. Di kedua bulan ini anak bisa mendapatkan berupa suplementasi vitamin A Kapsul Biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan Kapsul Merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A dalam bentuk kapsul merah juga diberikan kepada ibu nifas. Manfaat Pemberian Vitamin A untuk Anak, Vitamin A/retinol terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh. Vitamin A juga bisa mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas. Sedangkan kekurangan vitamin A, maka anak bisa menjadi rentan terserang penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak, dan diare.

Pada hari Senin, 16 Agustus 2021, di koordinir oleh Ketua PKK, kader Posyandu melakukan sweeping kerumah warga yang mempunyai anak balita untuk memberikan vitamin A secara gratis, sedangkan kader posbindu mendatangi rumah lansia dengan memberikan bingkisan. Sebelum dilakukan sweeping dilakukan penjelasan oleh Ketua RW.016 terkait perkembangan COVID-19 di wilayah RW.016 sedangkan penjelasan teknis pelaksanaan disampaikan oleh Ketua PKK. Acara berlangsung di halaman Kantor RW.016 dan dihadiri oleh seluruh kader.

Level 4 Wilayah Kota Depok, Tempat Ibadah diatur dalam Inmendagri No. 30 Tahun 2021

Sukatani(RW.016)—Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat), Level 3 (tiga), dan Level 2 (dua) Corona Virus Disease (COVID-19) di wilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen dan untuk melengkapi pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Untuk wilayah Jawa Barat level 4 (empat) yaitu Kabupaten Bekasi, Kota Sukabumi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. PPKM pada Kabupaten dan Kota di wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria Level 4 (empat) dilakukan dengan menerapkan kegiatan antara lain sebagai berikut yaitu pada huruf J : tempat ibadah (Mesjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dengan maksimal 25% (dua puluh lima persen) kapasitas atau 20 (dua puluh) orang dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama…selengkapnya…

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4,3,2 COVID-19 di Jawa dan Bali

Sukatani(RW.016)—Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat), Level 3 (tiga), dan Level 2 (dua) Corona Virus Disease (COVID-19) di wilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan assesmen dan untuk melengkapi pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Level 3 (tiga), Level 2 (dua) dan Level 1 (satu) serta mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19…selengkapnya.

Penyemprotan Cairan Disinfectan Cegah Penyebaran dan Penularan COVID-19

Sukatani(RW.016)—Minggu 25 Juli 2021 telah dilakukan disinfectan di lingkungan Rukun Warga 016 sebagai salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulannya dengan tujuan untuk meminimalisir resiko penyebaran Covid-19 yang dapat menular antar manusia. Sampai dengan tanggal 25 Juli 2021 diwilayah Rukun Warga 016 yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 41 orang tertinggi dari bulan sebelumnya. Sedangkan yang sembuh sebanyak 33 orang dan yang masih positif 6 orang serta yang meninggal sebanyak 3 orang.

Optimalisasi Posko Penanganan COVID-19 Tingkat Desa dan Kelurahan

Sukatani (RW.016)—Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 23 Tahun 2021 tentang Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019. Inmendagri tersebut untuk memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 (empat) COVID-19 Di Wilayah Jawa dan Bali dan khusus kepada Gubernur DKI Jakarta,Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Banten dan Gubernur Bali menetapkan dan mengatur PPKM Mikro sepanjang Kabupaten/Kota tersebut tidak termasuk atau telah keluar dari Level 4 (empat) di Wilayah Jawa Bali.

Tata Cara Sholat Idul Adha Dirumah

Sukatani(RW.016)—Kemenag menentarian Agama ajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona merah dan oranye untuk Takbiran dan Salat Idul Adha di rumah bersama keluarga inti. Berikut disajikan naskah singkat khutbah Iduladha 1442 H. Semoga bermanfaat bagi keluarga yang menggelar Salat Idul Adha di rumah. Aamiin

Fatwa MUI : Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19

Sukatani (RW.016)—Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya shalat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur, karena shalat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal. Baginya haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

Dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat masing-masing. Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Hal tersebut diatur dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha 1442 H/2021 M

Sukatani (RW.016)—Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M sebagaimana diatur dalam  Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021.

Kenali Tanda-Tanda Varian Baru Covid-19

Sukatani(RW.016)– Masyarakat semakin waswas dengan adanya varian Covid-19 baru yang disebut lebih mudah menular. Penting untuk mengetahui gejala yang mungkin terjadi akibat varian baru itu, karena berpotensi memiliki beberapa ciri berbeda seperti berikut, seperti dilansir di laman Eat This Not That!, Ahad (4/7) :

1. Flu parah : Survei Gejala Covid-19 di Inggris menunjukkan gejala dari varian baru mirip dengan flu yang parah. Meski tingkat infeksi Covid-19 terpantau tinggi, pasien yang sudah divaksinasi akan lebih terlindungi karena angka rawat inap dan tingkat kematian akibatnya cenderung rendah.

2. Sakit kepala : Gejala ini berada di urutan teratas dalam survei gejala. Peneliti memprediksi, penyebabnya kemungkinan adalah peradangan akibat infeksi virus serta masalah neurologis. Sebagian pasien bahkan mengalaminya selama berbulan-bulan, yang dikenal dengan sindrom pasca-Covid.

3. Sakit tenggorokan : Tenggorokan yang terasa gatal serta batuk kering telah ditetapkan menjadi gejala Covid-19 sejak awal pandemi. Akan tetapi, sakit tenggorokan muncul sebagai gejala paling umum kedua dalam survei baru. Sebaiknya segera melakukan tes jika mengalami ini terus-menerus.

4. Hidung meler : Hidung meler bukan gejala umum Covid-19 sebelumnya, tapi sekarang dalam survei menjadi gejala paling umum di urutan ketiga. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Arkansas, Robert Hopkins, mendapati sejumlah orang mengalami gejala tersebut.

5. Bersin : Bersin muncul sebagai gejala umum pada pasien Covid-19 yang telah divaksinasi sebagian atau penuh. Sayangnya, banyak kasus terlewatkan dan penyebaran infeksi meningkat karena orang-orang tidak menyadari gejala ini sebagai kemungkinan Covid-19 sehingga tak segera melakukan tes.

6. Anosmia : Kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa atau anosmia adalah gejala khas Covid-19 bagi sebagian orang. Studi yang diterbitkan di Jama Network pekan ini mengungkap anosmia bisa berlangsung sangat lama pada beberapa orang, bahkan sampai satu tahun. 

7. Gejala klasik Covid-19 : Deretan gejala klasik juga bisa jadi penanda terserang varian baru Covid-19. Beberapa di antaranya adalah demam, kedinginan, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, mual, muntah, atau diare. Gejala dapat muncul dua sampai 14 hari setelah terpapar virus.

Apabila memiliki gejala-gejala yang sudah disebutkan, segeralah menjalani tes Covid-19 dan melakukan tindakan penanganan yang diperlukan. Itu sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.—sumber Informasi : Republika.co.id

Mulai 3 Juli, Pemerintah Berlakukan PPKM Darurat di Jawa-Bali

Pemerintah memutuskan untuk memberlakukan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat, sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataannya yang disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (01/07/2021). Presiden menegaskan, kebijakan tersebut diambil setelah melalui kajian dan mendapatkan banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan, dan juga para kepala daerah. Kebijakan ini sangat penting untuk keselamatan bangsa Indonesia di tengah situasi lonjakan pandemi yang terjadi saat ini. “Seperti kita ketahui, pandemi COVID-19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat, karena varian baru yang juga menjadi persoalan serius di banyak negara. Situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah yang lebih tegas agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran COVID-19 ini,” ujarnya. Lebih jauh Kepala Negara memaparkan, pada PPKM Darurat ini akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. “Secara terperinci bagaimana pengaturan PPKM Darurat ini, saya sudah meminta Menteri Koordinator Marinves [Kemaritiman dan Investasi] untuk menerangkan sejelas-jelasnya secara detail mengenai pembatasan ini,” imbuhnya. Pemerintah, imbuh Presiden, akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk bahu membahu dalam mengatasi penyebaran COVID-19. “Seluruh aparat negara, TNI-Polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan, harus bahu membahu bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini. Jajaran Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit, fasilitas isolasi terpusat, maupun ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, hingga tangki oksigen,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Kepala Negara pun meminta untuk tetap tenang dan waspada serta mematuhi pengaturan yang diberlakukan secara disiplin, demi keselamatan semuanya. “Saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mendukung kerja-kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi COVID-19 ini. Dengan kerja sama yang baik dari kita semua dan atas rida Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, saya yakin kita bisa menekan penyebaran COVID-19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat,” tandasnya. (TGH/UN)selengkapnya…

Bahaya Berbagi Data Pribadi di Media Sosial

Sukatani(RW.016) – Kebocoran data KTP warga Indonesia pada Mei lalu masih ramai diperbincangkan. Salah satu data yang dibocorkan adalah data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kebocoran data KTP tentu menjadi ramai dibahas karena KTP memuat berbagai informasi pribadi. KTP bukanlah satu-satunya dokumen yang harus diperhatikan. Data pribadi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, meliputi nomor KK; NIK; nama lengkap; jenis kelamin; tempat lahir; tanggal lahir; dan sebagainya. Data-data itu tidak hanya tercantum di KTP semata.  Kini, di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19, data-data pribadi juga tercantum dalam sertifikat hasil vaksinasi Covid-19. Meskipun demikian, banyak warganet yang menyebarkan sertifikat hasil vaksinasi mereka di media sosial.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G. Plate, menegaskan bahwa sertifikat hasil vaksinasi Covid-19 hanya boleh digunakan untuk keperluan khusus saja. Oleh karena itu, sertifikat tersebut sebaiknya tidak disebarluaskan karena di dalamnya terdapat data pribadi yang harus dilindungi. Data pribadi yang dimaksud Johnny berada di dalam QR code yang ada di sertifikat tersebut. Data pribadi tersebut hanya boleh digunakan untuk kepentingan pribadi orang tersebut, dalam hal ini vaksinasi. “Di dalam QR code itu ada data pribadi, jadi sertifikat digital kita peroleh, tapi di saat bersamaan kita menjaga data pribadi kita, dengan cara tidak mengedarkannya untuk kepentingan yang tidak semestinya,” ucap Johnny sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkominfo. Johnny menjelaskan data pribadi dalam QR code tersebut rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Penyalahgunaan ini meliputi penjualan data, pencurian identitas, dan berbagai jenis kejahatan siber lain. Oleh karena itu, Johnny mengimbau kepada media untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya menjaga data pribadi dalam sertifikat hasil vaksinasi. Data pribadi, sekalipun hanya tempat dan tanggal lahir, sangatlah berbahaya apabila disebarluaskan. Sebagaimana dilansir dari Penn Today, data pribadi sekecil apa pun dapat dipergunakan oleh hackers untuk meretas informasi-informasi lain yang lebih penting. Informasi-informasi pribadi dalam QR code sertifikat hasil vaksinasi dapat digunakan hackers untuk meretas informasi lain. Dengan demikian, memilih untuk tidak menyebarkan sertifikat hasil vaksinasi Covid-19 tentu merupakan langkah yang tepat. Sebab, selain KTP, sertifikat hasil vaksinasi Covid-19 juga mengandung data pribadi di dalamnya. Sumber : Tekno.tempo.co