Penyemprotan Cairan Disinfectan Cegah Penyebaran dan Penularan COVID-19

Sukatani(RW.016)—Minggu 25 Juli 2021 telah dilakukan disinfectan di lingkungan Rukun Warga 016 sebagai salah satu kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulannya dengan tujuan untuk meminimalisir resiko penyebaran Covid-19 yang dapat menular antar manusia. Sampai dengan tanggal 25 Juli 2021 diwilayah Rukun Warga 016 yang terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 41 orang tertinggi dari bulan sebelumnya. Sedangkan yang sembuh sebanyak 33 orang dan yang masih positif 6 orang serta yang meninggal sebanyak 3 orang.

Optimalisasi Posko Penanganan COVID-19 Tingkat Desa dan Kelurahan

Sukatani (RW.016)—Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 23 Tahun 2021 tentang Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019. Inmendagri tersebut untuk memperkuat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 (empat) COVID-19 Di Wilayah Jawa dan Bali dan khusus kepada Gubernur DKI Jakarta,Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Gubernur Banten dan Gubernur Bali menetapkan dan mengatur PPKM Mikro sepanjang Kabupaten/Kota tersebut tidak termasuk atau telah keluar dari Level 4 (empat) di Wilayah Jawa Bali.

Tata Cara Sholat Idul Adha Dirumah

Sukatani(RW.016)—Kemenag menentarian Agama ajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona merah dan oranye untuk Takbiran dan Salat Idul Adha di rumah bersama keluarga inti. Berikut disajikan naskah singkat khutbah Iduladha 1442 H. Semoga bermanfaat bagi keluarga yang menggelar Salat Idul Adha di rumah. Aamiin

Fatwa MUI : Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19

Sukatani (RW.016)—Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain. Baginya shalat Jumat dapat diganti dengan shalat zuhur, karena shalat jumat merupakan ibadah wajib yang melibatkan banyak orang sehingga berpeluang terjadinya penularan virus secara massal. Baginya haram melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

Dalam kondisi penyebaran COVID-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat zuhur di tempat masing-masing. Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktifitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Hal tersebut diatur dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Shalat Idul Adha 1442 H/2021 M

Sukatani (RW.016)—Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam penyelenggaraan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H/2021 M sebagaimana diatur dalam  Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021.

Kenali Tanda-Tanda Varian Baru Covid-19

Sukatani(RW.016)– Masyarakat semakin waswas dengan adanya varian Covid-19 baru yang disebut lebih mudah menular. Penting untuk mengetahui gejala yang mungkin terjadi akibat varian baru itu, karena berpotensi memiliki beberapa ciri berbeda seperti berikut, seperti dilansir di laman Eat This Not That!, Ahad (4/7) :

1. Flu parah : Survei Gejala Covid-19 di Inggris menunjukkan gejala dari varian baru mirip dengan flu yang parah. Meski tingkat infeksi Covid-19 terpantau tinggi, pasien yang sudah divaksinasi akan lebih terlindungi karena angka rawat inap dan tingkat kematian akibatnya cenderung rendah.

2. Sakit kepala : Gejala ini berada di urutan teratas dalam survei gejala. Peneliti memprediksi, penyebabnya kemungkinan adalah peradangan akibat infeksi virus serta masalah neurologis. Sebagian pasien bahkan mengalaminya selama berbulan-bulan, yang dikenal dengan sindrom pasca-Covid.

3. Sakit tenggorokan : Tenggorokan yang terasa gatal serta batuk kering telah ditetapkan menjadi gejala Covid-19 sejak awal pandemi. Akan tetapi, sakit tenggorokan muncul sebagai gejala paling umum kedua dalam survei baru. Sebaiknya segera melakukan tes jika mengalami ini terus-menerus.

4. Hidung meler : Hidung meler bukan gejala umum Covid-19 sebelumnya, tapi sekarang dalam survei menjadi gejala paling umum di urutan ketiga. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Universitas Arkansas, Robert Hopkins, mendapati sejumlah orang mengalami gejala tersebut.

5. Bersin : Bersin muncul sebagai gejala umum pada pasien Covid-19 yang telah divaksinasi sebagian atau penuh. Sayangnya, banyak kasus terlewatkan dan penyebaran infeksi meningkat karena orang-orang tidak menyadari gejala ini sebagai kemungkinan Covid-19 sehingga tak segera melakukan tes.

6. Anosmia : Kehilangan fungsi indra penciuman dan perasa atau anosmia adalah gejala khas Covid-19 bagi sebagian orang. Studi yang diterbitkan di Jama Network pekan ini mengungkap anosmia bisa berlangsung sangat lama pada beberapa orang, bahkan sampai satu tahun. 

7. Gejala klasik Covid-19 : Deretan gejala klasik juga bisa jadi penanda terserang varian baru Covid-19. Beberapa di antaranya adalah demam, kedinginan, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, mual, muntah, atau diare. Gejala dapat muncul dua sampai 14 hari setelah terpapar virus.

Apabila memiliki gejala-gejala yang sudah disebutkan, segeralah menjalani tes Covid-19 dan melakukan tindakan penanganan yang diperlukan. Itu sangat penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.—sumber Informasi : Republika.co.id

Mulai 3 Juli, Pemerintah Berlakukan PPKM Darurat di Jawa-Bali

Pemerintah memutuskan untuk memberlakukan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus untuk wilayah di Pulau Jawa dan Bali.

“Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat, sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” ujar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataannya yang disampaikan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (01/07/2021). Presiden menegaskan, kebijakan tersebut diambil setelah melalui kajian dan mendapatkan banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan, dan juga para kepala daerah. Kebijakan ini sangat penting untuk keselamatan bangsa Indonesia di tengah situasi lonjakan pandemi yang terjadi saat ini. “Seperti kita ketahui, pandemi COVID-19 dalam beberapa hari terakhir ini berkembang sangat cepat, karena varian baru yang juga menjadi persoalan serius di banyak negara. Situasi ini mengharuskan kita mengambil langkah-langkah yang lebih tegas agar kita bersama-sama dapat membendung penyebaran COVID-19 ini,” ujarnya. Lebih jauh Kepala Negara memaparkan, pada PPKM Darurat ini akan dilakukan pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini sudah berlaku. “Secara terperinci bagaimana pengaturan PPKM Darurat ini, saya sudah meminta Menteri Koordinator Marinves [Kemaritiman dan Investasi] untuk menerangkan sejelas-jelasnya secara detail mengenai pembatasan ini,” imbuhnya. Pemerintah, imbuh Presiden, akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk bahu membahu dalam mengatasi penyebaran COVID-19. “Seluruh aparat negara, TNI-Polri maupun aparatur sipil negara, dokter dan tenaga kesehatan, harus bahu membahu bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini. Jajaran Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit, fasilitas isolasi terpusat, maupun ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, hingga tangki oksigen,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Kepala Negara pun meminta untuk tetap tenang dan waspada serta mematuhi pengaturan yang diberlakukan secara disiplin, demi keselamatan semuanya. “Saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan-ketentuan yang ada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mendukung kerja-kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi COVID-19 ini. Dengan kerja sama yang baik dari kita semua dan atas rida Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, saya yakin kita bisa menekan penyebaran COVID-19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat,” tandasnya. (TGH/UN)selengkapnya…

Bahaya Berbagi Data Pribadi di Media Sosial

Sukatani(RW.016) – Kebocoran data KTP warga Indonesia pada Mei lalu masih ramai diperbincangkan. Salah satu data yang dibocorkan adalah data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kebocoran data KTP tentu menjadi ramai dibahas karena KTP memuat berbagai informasi pribadi. KTP bukanlah satu-satunya dokumen yang harus diperhatikan. Data pribadi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, meliputi nomor KK; NIK; nama lengkap; jenis kelamin; tempat lahir; tanggal lahir; dan sebagainya. Data-data itu tidak hanya tercantum di KTP semata.  Kini, di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19, data-data pribadi juga tercantum dalam sertifikat hasil vaksinasi Covid-19. Meskipun demikian, banyak warganet yang menyebarkan sertifikat hasil vaksinasi mereka di media sosial.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Johnny G. Plate, menegaskan bahwa sertifikat hasil vaksinasi Covid-19 hanya boleh digunakan untuk keperluan khusus saja. Oleh karena itu, sertifikat tersebut sebaiknya tidak disebarluaskan karena di dalamnya terdapat data pribadi yang harus dilindungi. Data pribadi yang dimaksud Johnny berada di dalam QR code yang ada di sertifikat tersebut. Data pribadi tersebut hanya boleh digunakan untuk kepentingan pribadi orang tersebut, dalam hal ini vaksinasi. “Di dalam QR code itu ada data pribadi, jadi sertifikat digital kita peroleh, tapi di saat bersamaan kita menjaga data pribadi kita, dengan cara tidak mengedarkannya untuk kepentingan yang tidak semestinya,” ucap Johnny sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenkominfo. Johnny menjelaskan data pribadi dalam QR code tersebut rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Penyalahgunaan ini meliputi penjualan data, pencurian identitas, dan berbagai jenis kejahatan siber lain. Oleh karena itu, Johnny mengimbau kepada media untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya menjaga data pribadi dalam sertifikat hasil vaksinasi. Data pribadi, sekalipun hanya tempat dan tanggal lahir, sangatlah berbahaya apabila disebarluaskan. Sebagaimana dilansir dari Penn Today, data pribadi sekecil apa pun dapat dipergunakan oleh hackers untuk meretas informasi-informasi lain yang lebih penting. Informasi-informasi pribadi dalam QR code sertifikat hasil vaksinasi dapat digunakan hackers untuk meretas informasi lain. Dengan demikian, memilih untuk tidak menyebarkan sertifikat hasil vaksinasi Covid-19 tentu merupakan langkah yang tepat. Sebab, selain KTP, sertifikat hasil vaksinasi Covid-19 juga mengandung data pribadi di dalamnya. Sumber : Tekno.tempo.co

Lurah Sukatani Bersama Satgas COVID-19 Lakukan Disinfectan Se-Wilayah Rukun Warga 016

Sukatani, RW.016—Minggu, 20 Juni 2021 Lurah Sukatani Bapak Cahyanto,SE bersama Satuan Tugas Kampung Pencegahan COVID-19 Rukun Warga 016, Relawan COVID-19, Karang Taruna melakukan disinfectan. Lokasi penyemprotan disinfectan meliputi seluruh wilayah Rukun Warga 016, Taman Obat Keluarga (pendopo), Pos Tengah, Pos RT.05. Pos RT.06, Pos Jaga, Mesjid Assalam, SD Assalam, TK AZ-Zahra, warung dan rumah seputaran Kantor Rukun Warga 016. Pada kesempatan kunjungan tersebut Bapak Lurah melakukan briefing dengan memberikan arahan tentang kebijakan Kelurahan Sukatani terkait dengan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 kepada seluruh satgas, relawan dan karang taruna di ruangan serba guna RW.016. Dalam kesempatan kunjungannya Bapak Lurah juga meninjau Taman Obat Keluarga (TOGA), dan Bantuan Aspal pemeliharaan dari Dinas PUPR yang telah diberikan kepada Rukun Warga 016. Disamping itu dari Ketua RW.016 Selaku Ketua Satgas Kampung Siaga Pencegahan COVID-19 menyampaikan laporan jumlah terkonfirmasi untuk tahun 2021 sampai dengan tanggal 20 Juni 2021 sebanyak 37 orang, dengan tingkat kesembuhan sebanyak 32 orang dan yang masih aktif sebanyak 5 orang. Sedangkan untuk tahun 2020 sebanyak 9 orang dan telah sembuh semuanya dan yang meninggal akibat COVID-19 tidak ada atau NOL. Sedangkan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 yang dilakukan oleh Satgas Kampung Siaga Pencegahan COVID-19 RW.016 antara lain penyedian tempat cuci tangan dengan sabun, pemberian masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, penyemprotan cairan disinfectan, pemberian logistik oleh masing-masing RT kepada warga yang positif melakukan isolasi mandiri. Untuk Penyemprotan Cairan Disinfectan dilakukan setiap bulan untuk seluruh wilayah Rukun Warga 016 sedangkan rumah warga positif dan sekitarnya langsung kita lakukan penyemprotan disinfectan untuk mencegah terjadinya penularan. Untuk Tahun 2021 Jumlah penyemprotan cairan disinfectan sampai dengan tanggal 20 Juni 2021 sebanyak 25 kali terdiri dari 4 kali lingkungan RW.016 dan 21 kali untuk rumah warga yang positif. Tahun 2020 sebanyak 16 kali terdiri dari 7 kali lingkungan RW.016 dan 9 kali untuk rumah warga yang positif. Semoga kunjungan Bapak Lurah dapat memberi motivasi bagi satgas dan seluruh warga untuk lebih peduli pada upaya pencegahan. Karena “Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati”.

Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro

Sukatani, RW.016—Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19

— INDEX BERITA TERBARU KOTA DEPOK —

Dinas PUPR Kota Depok Lakukan Pemeliharan Jalan

Sukatani,RW.016—Pemeliharaan jalan Media IV berlangsung pada hari Senin, 7 Juni 2021 dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Depok. Perbaikan tersebut dilakukan mengingat jalan tersebut banyak yang berlubang dan membahayakan keselamatan warga yang melintasi jalan tersebut. Diharapkan pemeliharaan dan perbaikan tersebut dapat membuat masyarakat lebih nyaman untuk melakukan mobilitas. Semoga hasil pemeliharaan jalan ini, masyarakat dapat ikut merawatnya secara rutin sehingga lebih lama dapat dirasakan manfaatnya.

Penjelasan Satgas COVID-19 soal Aturan Karantina 5 Hari Bagi Pelaku Perjalanan

Sukatani, RW.016—Karantina selama lima hari menjadi peraturan wajib yang diterapkan bagi pelaku perjalanan luar negeri saat tiba di Indonesia. Sejumlah pertanyaan timbul karena waktu karantina dinilai terlalu singkat dan dikhawatirkan dapat menjadi pintu masuk varian baru virus corona lainnya. Sejauh ini, Indonesia telah mendeteksi sebanyak tiga varian dari total empat varian yang masuk daftar Variant of Concern (VoC) yakni varian B117 asal Inggris, varian B1617 asal India, dan B1351 asal Afrika Selatan. Itu artinya, Indonesia perlu memperketat peraturan bagi pelaku perjalanan luar negeri yang ingin menuju ke Indonesia, salah satunya dengan menerapkan karantina…… selengkapnya….