Warga Hadiri Sholat Idul Fitri Dengan Prokes Yang Ketat

Sukatani, RW.016…Sholat Idul Fitri dilingkungan RW.016 dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Syawal 1442 H/13 Mei 2021 bertempat di Lapangan Voly RW.016 dengan Imam dan Khotib Bapak H.M. Maula, dihadiri  jamaah ± 350 orang berasal dari lingkungan RW.016, RW.017 dan sebagian kecil dari wilayah RT.04/04. Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1442 H mengacu kepada ketentuan yang terdapat dalam Surat Edaran Walikota Depok No. 451/203-Huk Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Itikaf, Shalat Idul Fitri dan Perayaan Idul Fitri 1442 H/2021 Selama Masa Pandemi. Pengawasan Protocol Kesehatan dari persiapan dan pelaksanaan serta tahapan pemulangan jamaah Sholat Idul Fitri dilakukan  oleh Satgas Kampung Siaga Pencegahan COVID-19, Satgas DKM Assalam dan Remaja Mesjid. Dari kegiatan pengawasan prokes diketahui masih adanya orang tua yang membawa anak-anak dibawah 10 tahun yang terpaksa oleh satgas disarankan untuk sholat dirumah, selain itu juga ada warga yang stroke ikut dalam kegiatan Sholat Idul Fitri, ini yang sangat sulit ketika keluarganya diberikan penjelasan dan disarankan untuk sholat dirumah namun ditolak. Sedangkan  materi kutbah yang disampaikan oleh Khotib durasinya ± 13 menit, sedangkan untuk pemakaian masker dan jarak telah sesuai dengan Surat Edaran Walikota Depok.

Kenapa Harus Tunda Mudik Tahun ini

Sukatani,RW.016—Pergerakan masyarakat dalam jumlah besar secara masif bisa meningkatkan penularan Virus Corona. Potensi terjadi penularan karena perpindahan orang secara masif ini akan tinggi. Untuk dapat mengendalikannya harus didukung masyarakat dengan menunda jangan melakukan perjalanan mudik hingga pandemi ini usai. Jadikanlah sabar untuk menunda mudik dapat menjadi salah satu penolong kita semua. Sajian data dan informasi dalam tayangan dibawah ini sebagai salah satu bahan pertimbangan bagi masyarakat.

Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19

Sukatani, RW.016—Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 Tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijiriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijiriah. Surat Edaran ini disusun dengan maksud mengatur pembatasan mobilitas masyarakat dan mengoptimalkan fungsi posko COVID-19 di Desa/Kelurahan selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijiriah. Tujuan Surat Edaran ini adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan COVID-19 selama bulan suci Ramadhan 1442 Hijiriah.

Lurah Sukatani Himbau Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan 1442 H/2021

Sukatani, RW.016— Dalam rangka mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 serta memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam menjalankan Ibadah pada bulan suci Ramadhan 1442 H/2021, maka dengan ini dihimbau :

Warga Bersihkan Lingkungan Menyambut Bulan Suci Ramadan 1442 Hijiriah/2021

Sukatani, RW.016—Warga secara bergotong royong melakukan kerja bakti dalam rangka menyambut Bulan suci Ramadan 1442 H. Warga melakukan kerja bakti meliputi halaman rumah masing-masing sedangkan lapangan olahraga atau tempat bermain anak-anak yang sering digunakan, saluran air (solokan) serta lampu penerangan jalan umum dilakukan secara gotong royong. Kerja bakti dilakukan pada hari minggu tanggal 4 dan 11 April 2021 di koordinir oleh Ketua Rukun Tetangga dimasing-masing wilayahnya, seperti yang dilakukan oleh warga RT.05 dan sebagian warga RT.04 yang melakukan kerja bakti secara bergotong royong untuk membersihkan lapangan olahraga. Diharapkan dengan kerja bakti ini dapat mencegah penyebaran COVID-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Sampai dengan 9 April 2021 terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 18 orang dan sembuh 17 orang, sedangkan yang terpapar DBD sebanyak 3 orang dan yang sembuh sebanyak 2 orang. Semoga bulan Ramadan/Idul Fitri dan seterusnya wilayah Rukun Warga 016 akan terbebas dari COVID-19 dan DBD. Insya Allah… jangan lupa banyak-banyak berdoa…

Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H

Sukatani, RW.016— Dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease 2Ol9 (COVID-19) serta memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam menjalankan ibadah pada bulan suci Ramadan tahun 1442 H. Diperlukan panduan ibadah Ramadan yang memenuhi aspek syariat dan protokol kesehatan dengan tujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko COVID19.

Menyiapkan Suasana Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H Yang Nyaman Bagi Warga

Sukatani, RW.016—Sabtu, 3 April 2021 bertempat di Sekretariat RW.016 diadakan rapat koordinasi dalam rangka menghadapi kesiapan suasana Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H yang kondusif bagi warga. Dengan menghadirkan pengurus RW.016, Satgas COVID-19, 6 Pengurus RT, perwakilan DKM, perwakilan yayasan, Karang Taruna, para relawan dan pihak keamanan. Dalam rapat tersebut dibahas ada 3 hal pokok, yaitu (1). pelaksanaan Surat Lurah Sukatani No. 443/13/II/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM-SM); (2). Lingkungan; (3). Keamanan. Dalam Pelaksanaan PPKM-SM sampai dengan 3 April 2021 Pukul 16.00 Jumlah warga yang sembuh dari COVID-19 berjumlah 17 orang dan 1 orang terkonfirmasi positif masih dalam perawatan Rumah Sakit, sedangkan untuk kebersihan lingkungan, warga dikoordinir oleh pengurus RT antara lain melakukan kerja bakti yang meliputi penggantian lampu penerangan jalan yang mati, saluran air(got) yang macet atau air tergenang, mengurangi pohon yang sangat rindang dikarenakan malam hari sangat gelap serta rumput yang semakin meninggi di lapangan olahraga, demikian juga untuk mesjid perlu dilakukan kerja bakti agar suasana peribadatan di bulan ramadhan seperti terawih dapat berjalan dengan suasana yang bersih dengan tetap menjalan protokol kesehatan yang selama ini sudah diterapkan, termasuk menyiapkan sholat Idul Fitri. Terkait untuk pembahasan keamanan diharapkan pengurus RT dapat mendata warga yang akan pulang kampung dan disampaikan ke pengurus RW, ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang tidak diinginkan pada saat warga yang pulang kampung. Sebagai tambahan informasi pada tanggal 22 Maret 2021 dua (2) warga terpapar DBD, dengan kejadian ini diharapkan warga lebih waspada. Dengan kejadian tersebut pengurus RW, Satgas COVID-19, Relawan dan Karang Taruna melakukan Fogging dan Penyemprotan cairan Disinfectan pada hari minggu, 28 Maret 2021 secara bersamaan.

Fogging dan Disinfectan Dilaksanakan Secara Bersamaan

Sukatani, RW.016—Minggu, 28 Maret 2021 dilakukan fogging dan penyemprotan cairan disinfectan dengan tujuan untuk mencegah dan mengendalikan nyamuk demam berdarah, sedangkan disinfectan dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Lokasi Fogging dan disinfectan seluruh rumah di wilayah RW.016, Masjid, Sekolah (Assalam dan Az-zahra), pos, semak, kebun serta menutup bak yang tergenang air dan saluran air. Bagi warga yang terkena DBD keluarganya diungsikan dahulu baru rumah bagian dalamnya kita fogging. Untuk bulan Maret 2021 dua (2) warga yang berlokasi di Rukun Tetangga 05 terpapar demam berdarah dan kedua warga tersebut sempat dirawat di rumah sakit. Sementara itu zona hijau yang diperoleh tanggal 12 Maret 2021 didasarkan pada data rekam medik yang disampaikan oleh Ketua RT, dimana 17 orang warga yang terkonfirmasi positif telah sembuh berdasarkan hasil swab kedua dan ketiga. Berdasarkan Surat Kelurahan Sukatani No. 443/13/II/2021 tentang PPKM Skala Mikro, kondisi ini sudah dilaporkan kepada Bapak Lurah Sukatani, Puskesmas, Babinsa dan Babinsakamtibmas serta Ka PolPos. Kedua kegiatan tersebut dapat terlaksana atas dukungan Satgas COVID-19, Karang Taruna, Relawan DBD, Relawan COVID-19, RT beserta warga. Kedua kegiatan teresebut adalah sebagai upaya mencegah terjadinya wabah di lingkungan RW.016, untuk itu dimohon kepada warga untuk peduli dan saling membantu….Salam Sehat…dan jangan lupa perbanyak berdoa.

Bersama Menggapai Zona Hijau

Sukatani,RW.016… Semua orang tidak ada yang tahu kapan berakhir pandemi COVID-19 akan berakhir, manuasia hanya bisa berikhtiar untuk melindungi dan mencegah terjadinya penularan terhadap COVID-19. Upaya yang dilakukan selama ini melalui prokes yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Untuk itu kesadaran untuk mentaati dan melaksanakan prokes masih perlu ditingkatkan agar apa yang diharapkan oleh warga masyarakat dapat dicapai. Awal terjangkitnya COVID-19 dilingkungan RW.016 terjadi di bulan Agustus 2020. Sedangkan yang terkonfirmasi positif sampai dengan bulan Desember 2020 sebanyak 9 orang warga. Upaya pemerintah untuk mencegah antara lain dengan mengeluarkan regulasi dan himbauan yang inti mengenai kedisiplinan warga masyarakat menjalan prokes. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Lurah Sukatani pada tanggal 16 Februari 2021 dengan menerbitkan Surat Nomor 443/13/11/2021 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro(PPKM-SM). Surat tersebut sangat membantu dan memberikan arah Satuan Tugas Kampung Siaga Pencegahan COVID-19 yang ada di RW.016 yang dibentuk berdasarkan Keputusan Lurah Sukatani Nomor 821.29/033/Kpts/IV/2020. Dalam upaya mencegah terjadi penularan dan penyebaran COVID-19 dilingkungan RW.016 dilakukan dengan pemasangan spanduk/banner, penyediaan sarana cuci tangan dan pemberian masker kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker baik yang keluar maupun yang masuk ke wilayah RW.016, penyemprotan disinfectan dilakukan sebulan satu kali sedangkan rumah warga yang terpapar positif dilakukan penyemrotan baik luar maupun dalam serta lingkungan sekitar warga tersebut. Untuk tahun 2021 yang terkonfirmasi sebanyak 17 orang warga dan sampai dengan tanggal 12 Maret 2021 semuanya sudah negatif (sembuh). Untuk itu kepada semua warga mohon dapat mentaati dan menjalani prokes serta banyak berdoa agar zona hijau yang saat ini kita capai bisa kita pertahankan. Salam Sehat Ketua Satgas RW.016.

Perubahan Masa Berlaku Kartu Identitas Anak

Sukatani, RW.016.—Peraturan Walikota Depok Nomor 51 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Depok Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Kartu Identitas Anak. Adapun perubahan yang mendasar Kartu Identitas Anak (KIA) adalah pada pasal 8 ayat 2 yaitu Masa berlaku KIA WNI, yakni sampai anak berusia 17 (tujuh belas) tahun kurang 1 (satu) hari.

Zonasi COVID-19 RW.016 : 3 H + 3 K

Sukatani, RW.016.—Minggu, 28 Februari 2021 dilakukan disinfectan dilingkungan RW.016, yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Kampung Siaga Pencegahan COVID-19, Relawan COVID-19 dan Karang Taruna. Disinfectan dilakukan secara rutin satu bulan satu kali dengan tujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sampai dengan 28 Februari 2021 jumlah terkonfirmasi positif akumulasi bulan Januari dan Februari 2021 berjumlah 17 orang; jumlah yang sembuh 11 orang; yang dirawat 6 orang dengan rincian 1 orang dirawat di rumah sakit sedangkan 5 orang isolasi mandiri. Sedangkan zonasi berdasarkan PPKM Skala Mikro yaitu zonasi Rukun Tetangga (RT) dilingkungan Rukun Warga (RW) 016 sebagai berikut yaitu 3 RT dalam zonasi hijau yaitu RT.02; RT.04; RT.06 dan 3 RT dalam zonasi kuning yaitu RT.01; RT.03; RT.05. Data tersebut diperoleh dari hasil monitoring yang disampaikan Pengurus RT dan warga yang positif.

Bulan Vitamin A di Posyandu Mawar 16

Sukatani,RW.016— Posyandu Mawar 16 pada hari selasa, 16 Februari 2021 telah melaksanakan pembagian vitamin A kepada Balita, dengan cara kader posyandu menyampaikan vitamin A kepada orang tua Balita, yang selanjutnya orang tua Balita yang memberikan kepada Balitanya. Hal ini dilakukan setiap bulan Februari dan Agustus yang merupakan Bulan Vitamin A. vitamin A dibagikan secara gratis untuk anak balita. Salah satu dampak kurang vitamin A adalah kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan s/d 59 bulan. Sedangkan manfaat Vitamin A yang disebut juga Retinol sangat banyak fungsinya, antara lain membantu mata menyesuaikan diri terhadap perubahan cahaya dari terang kegelap, mencegah kekeringan selaput lender mata, mencegah terjadinya kerusakan mata berlanjut yang akan menjadi bercak sampai kebutaan…. Semoga Balita harapan bangsa tetap sehat di era pandemi covid-19.